Jadwal Rilis Wonder Woman 2 Diundur hingga 2020

California: Film sekuel adaptasi komik supehero DC Wonder Woman punya jadwal tayang baru. Jika sebelumnya film ini direncanakan rilis 1 November 2019, jadwalnya diundur menjadi 5 Juni 2010.

Kabar ini diumumkan Gal Gadot, bintang utamanya, lewat media sosial pada Senin malam, 22 Oktober 2018.

“Sangat bersemangat untuk mengumumkan bahwa, karena perubahan lanskap, kami mampu meletakkan Wonder Woman kembali ke rumahnya yang tepat. 5 Juni 2020. Be there or be square!” kicau Gadot (@GalGadot).

Dengan perubahan ini, Wonder Woman 2 punya momentum rilis yang sama dengan film pertama, yaitu musim panas. Wonder Woman garapan sutradara Patty Jenkins dirilis di bioskop pada akhir Mei 2017 dan berhasil mencapai performa baik secara komersial.

Perubahan rencana ini juga disampaikan oleh Jeff Goldstein, salah satu bos Warner Bros, studio yang mengedarkan filmnya di AS-Kanada dan seluruh dunia. Jeff memberi pernyataan resmi kepada The Hollywood Reporter setelah kicauan Gadot beredar.

“Kami meraih sukses luar biasa ketika merilis film Wonder Woman pertama selama musim panas. Jadi ketika kami melihat kesempatan untuk memanfaatkan situasi kompetitif itu, kami melakukannya. Rencana ini membuat filmnya berada di tempat seharusnya,” kata Jeff.

Wonder Woman 2 kembali dibintangi oleh Gadot dan Chris Pine dengan sutradara Patty Jenkins. Kristen Wiig bergabung sebagai pemeran tokoh antagonis utama. Lalu juga ada Pedro Pascal yang juga punya peran sentral.

Film sebelumnya, Wonder Woman, mencapai sukses komersial besar saat beredar di bioskop puluhan negara pertengahan tahun lalu. Menurut catatan Box Office Mojo, total pendapatan kotornya mencapai USD821,84 juta atau sekitar Rp12,49 triliun.

(ELG)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Film Critical Eleven Raih Tiga Penghargaan di Asian Academy Creative Awards

Jakarta: Film drama adaptasi Critical Eleven produksi Starvision Plus dan Legacy meraih tiga penghargaan dalam ajang Asian Academy Creative Awards 2018. Ini adalah ajang penghargaan baru yang berpusat di Singapura bagi konten dan produksi media kawasan Asia Pasifik. 

Menurut keterangan pers yang kami terima, Asian Academy Creative Awards (AAA) punya beberapa tahap penghargaan. Sebelum masuk ke tingkat regional, nomine harus menang lebih dulu di tingkat nasional negara masing-masing.

Critical Eleven telah menang di tingkat nasional mewakili Indonesia. Dua pemain utama Adinia Wirasti dan Reza Rahadian terpilih sebagai aktris dan aktor terbaik untuk kategori drama. Duet penyutradaraan Monty Tiwa dan Robert Ronny juga diganjar penghargaan sutradara terbaik dalam lingkup nasional. 

Selanjutnya, film ini akan bersaing dengan film-film dari 19 negara lain. 

Critical Eleven adalah film personal bagi saya karena kembali menjadi sutradara setelah beberapa tahun absen menjadi sutradara, tetapi duduk di kursi produser atau penulis skenario,” kata Robert dalam keterangan tertulis. 

“Saya tidak menyangka apresiasi terhadap film ini cukup tinggi. Aktris terbaik Adinia Wirasti, aktor terbaik Reza Rahadian, dan penyutradaraan terbaik untuk saya dan Monty Tiwa, jelas sebuah kehormatan mewakili Indonesia,” lanjutnya. 

Menurut produser Chand Parwez Servia, Critical Eleven adalah film kolaborasi pertama antara Starvision Plus dan Legacy Pictures, rumah produksi Robert.

“Kolaborasi kreatif yang sangat menyenangkan dalam sinergi positif ini menular kepada tiap orang. Bagi saya, ini film abadi tentang keluarga yang mengikat kami sebagai kreatornya, menjadi sebuah keluarga,” ujar Parwez. 

Critical Eleven diadaptasi dari novel berjudul sama karya Ika Natassa. Saat dirilis di bioskop pada Mei 2017, film ini meraup angka penjualan tiket 881 ribu lembar atau setara pendapatan kotor Rp32,61 miliar. 

Dalam Festival Film Indonesia 2017, Critical Eleven menjadi nomine dalam empat kategori, meliputi aktris utama terbaik, lagu tema terbaik, penata suara terbaik, dan penyunting gambar terbaik.

(DEV)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

El Benny, Kisah Tragis Maestro Musik Kuba

Jakarta: Mendengar Kuba, nama yang akan terlintas ialah sosok Fidel Castro atau Che Guevara. Tapi, sebelum Castro memenangkan revolusi gerilyanya, Kuba punya sosok heroik di lintasan lain dari dunia musik. Namanya Bartolome Maximiliano Moré, tetapi orang mengenalnya sebagai Benny Moré. 

Di Kuba, Benny More bisa dibilang musisi paling berpengaruh yang pernah dimiliki pulau itu. Orang seperti tak lagi peduli peliknya kehidupan tatkala mendengar Benny bernyanyi. Yang mereka tahu hanya satu: berdansa. Karena itu, semasa hidupnya Benny punya banyak julukan: Master of Rhythm, The Greatest Sonero hingga The Prince of Mambo. 

Pengaruh besar Benny di dunia musik itu menginspirasi sutradara  Jorge Luis Sánchez membuat film berjudul El Benny. Aktor Renny Arozarena didapuk memerankan Benny. 


Poster film El Benny (Foto: ist)

Film El Benny tidak merekam sosok Benny sejak kecil hingga dewasa, tapi lebih banyak berpusat pada lika-liku perjalanan Benny di dunia musik. Film yang ditayangkan pada 2006 ini lebih mencuplik bagaimana pengembaraan Benny di negara-negara Amerika Latin. 

Semasa hidup, Benny More memang tidak hanya terkenal di Kuba, tapi juga di beberapa negara tetangga seperti Meksiko, Kolombia. Benny adalah pimpinan dan vokalis salah satu grup terkenal di Kuba. Talenta musik Benny alami. Dia tidak pernah belajar musik secara formal. Seorang yang dia pekerjakan selalu sigap berada di dekatnya untuk mencatat nada-nada yang baru saja didendangkan Benny ke dalam partitur. Komposisi itu kemudian dimainkan bersama-sama. Begitu biasanya cara Benny dan grup musiknya bekerja. 

Sekembalinya ke Negeri Cerutu pada 1952, Benny coba kembali merengkuh kejayaan di tempat asalnya. Panggung demi panggung kembali dia taklukkan. Periode 1953 hingga 1955, Benny bersama grup musiknya begitu populer sehingga membuat mereka bisa melakoni tur ke beberapa negara, termasuk Amerika. 

Tapi, sebagaimana digambarkan di film ini, Benny bukanlah sosok manusia sempurna. Dia punya gaya hidup serampangan. Dengan pesona yang dimilikinya, Benny bisa dengan mudah meniduri wanita dari satu pesta ke pesta lain. Ditambah lagi dia juga seorang alkoholik. Gaya hidup seperti itu membawa Benny perlahan-lahan menuju kehancuran. Tidak hanya kesehatannya yang terus memburuk, tapi juga kehidupannya yang berakhir tragis. 

Benny yang coba mengubah gaya hidup kemudian kembali tergoda meminum miras yang diberikan penonton di atas panggung. Tak lama kemudian, dia ambruk di panggung lalu dibawa ke rumah sakit. Selang beberapa hari nyawa Benny tak tertolong. Pada 19 Februari 1963, Benny meninggal dunia di Havana. Dia meninggal di usia terbilang muda: 43 tahun. 

Layaknya seorang pahlawan, kematian Benny ditangisi rakyat Kuba. Puluhan tahun setelah kematiannya, Benny masih dikenang sebagai salah satu musisi yang paling otentik dan dicintai rakyat Kuba. 


Patung Benny More di Kuba (Foto: miamiherald)

Sejak ditayangkan pada 2006, film El Benny merengkuh sukses di sejumlah festival seperti Locarno International Film Festival di mana sang pemeran utama, Renny Arozarena meraih penghargaan atas perannya sebagai Benny More. Film ini juga sudah sering diputar di sejumlah negara-negara lain, termasuk dalam ajang Miami International Film Festival pada Maret 2007.

Di Indonesia, film El Benny juga baru saja diputar dalam ajang Latin American Film Screening Series yang digelar sejak 16 Oktober 2018 di Empu Sendok Arts Station (ESAS), Jakarta. Selain El Benny, film Kuba lain yang diputar di ajang ini yaitu, La Edad de La Peseta (The Silly Age), Kangamba, Habanastation, dan Los Dioses Rotos. Dalam rangkaian yang digelar selama lima hari itu, film El Benny diputar pada hari terakhir sekaligus penutup acara.

(ELG)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Film Prasangka Juara Lomba Film Pendek Koperasi

Jakarta: Tiga film pendek terbaik memenangkan Lomba Film Pendek Koperasi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM. 

Ketiga film yang menang telah diseleksi dari 109 film yang masuk ke panitia lomba. Pengumuman pemenang dilakukan pada Jumat, 19 Oktober 2018, melalui akun media sosial @kemenkopukm.

“Kami bangga lomba film pendek yang diselenggarakan Kemenkop dan UKM mendapat sambutan luas. Ini suatu apresiasi bagi kami bahwa tema koperasi menarik minat masyarakat khususnya kalangan milenial,” kata Kepala Bagian Humas dan Advokasi Hukun Kemenkop dan UKM Darmono.

Kemenkop dan UKM melaksanakan lomba film pendek dengan tema Koperasi Milenial untuk menyosialisasikan koperasi di kalangan generasi muda. Film atau audio visual dianggap sebagai media paling menarik bagi generasi milenial untuk mencari informasi. 

Sebanyak 109 judul film pendek yang masuk, menyajikan beragam kisah tentang koperasi. Pesertanya juga dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa SMA, mahasiswa dan umum dari seluruh tanah air. 

Seluruh film yang masuk diseleksi para juri yang berpengalaman dalam dunia perfilman, yakni Vivian Idris (pegiat film dokumenter/produser), Dennis Adhiswara (aktor/produser), dan Amrul Hakim (sineas/co-founder Indonesia Film Cooperative). Para juri menyatakan tidak menduga sambutan yang luas dan karya film yang masuk dikerjakan dengan baik. 

“Semua film yang masuk bagus-bagus, semuanya unik. Yang terpilih jadi pemenang yang mengetengahkan keunggulan karya lokal mereka,” kata Dennis Adhiswara.  

Vivian Idris juga menyebut karya film yang masuk ke panitia lomba luar biasa. “Saya sangat senang Kemenkop dan UKM sudah mengadopsi medium audio visual,” ucapnya.

Lomba Film Pendek Koperasi mengangkat tema Koperasi Milenial. Panitia menetapkan durasi film 5-10 menit dan harus karya orisinal. 

Berikut ini daftar para pemenang.

Juara 1
Judul Film : Prasangka 
Karya Produksi : Nunukan Film
Asal Daerah : Kota Nunukan – Kalimantan Utara

Juara 2
Judul Film : Kas
Karya Produksi : SMA Islam Kepajen Malang
Asal daerah : Malang Jawa Timur

Juara 3
Judul Film : Si Sani 
Karya Produksi : DwiAwan
Asal Daerah : Kota Samarinda.

(ROS)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Netflix Luncurkan Sulih Teks Bahasa Indonesia

Jakarta: Platform nonton streaming Netflix merilis sulih teks dalam bahasa Indonesia. Program ini resmi diluncurkan dan dapat dinikmati mulai Jumat, 19 Oktober 2018.

“Dengan menjangkau pelanggan kami melalui bahasa pilihan mereka, Netflix menjadi semakin mudah untuk diakses dan semakin relevan untuk para pelanggan. Kami senang bahwa sekarang para pelanggan kami di Indonesia sudah bisa menikmati layanan Netflix dalam bahasa Indonesia,” papar Jessica Lee, Vice President Corporate Communications Asia dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id.

Netflix telah menghadirkan sejumlah konten eksklusif populer di antaranya 13 Reasosn Why, To All the Boys I’ve Loved Before, Stranger Things dan Mr. Sunshine.

“Ketika para pelanggan kami di Indonesia mengakses layanan yang kami tawarkan, kami ingin mereka merasakan betapa serunya melihat beragam pilihan konten yang dapat diakses dengan mudah melalui Netflix,” lanjut Jessica.

Selain itu, untuk kali pertama film Netflix original Indonesia The Night Comes for Us besutan sutradara Timo Tjahjanto mulai tayang di Netflix pada 19 Oktober 2018. Film ini dibintangi aktor kaliber papan atas di antaranya Joe Taslim, Iko Uwais, Dian Sastrowardoyo, Hannah Al Rashid serta Julie Estelle.

Netflix turut menyiarkan konten lokal populer seperti Laskar Pelangi, Ada Apa dengan Cinta 2, dan Filosofi Kopi.

(ELG)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Berkaca dari Comic 8, Babe Cabiita Ingatkan Pentingnya Klasifikasi Usia LSF

Jakarta: Comic 8, film komedi dewasa rilisan empat tahun silam, pernah diprotes sejumlah orang tua karena dianggap tidak mendidik anak-anak. Masalahnya, film ini memang tidak dibuat untuk anak-anak dan telah mendapat klasifikasi 17+ dari Lembaga Sensor Film (LSF).

Cerita ini diungkap oleh Priya Prayogha Pratama alias Babe Cabiita dalam jumpa pers ajang penghargaan Anugerah LSF 2018 di kawasan Palmerah, Kamis, 18 Oktober 2018. Babe adalah satu dari belasan komedian yang bermain dalam film produksi Falcon Pictures tersebut.

Kata Babe, ketika sedang tur promosi film Comic 8 di Jakarta, mereka berjumpa rombongan anak-anak SD di bioskop. Pikirnya, anak-anak ini akan menonton film lain berkategori SU (Semua Umur).

“Pas dicek, ternyata Comic 8. Bahkan ada anak sekolah yang ramai-ramai nobar (nonton bareng) begitu. Bahkan gurunya ikut,” kata Babe.

“Banyak orang enggak menyangka (klasifikasi LSF). Mana ada mereka melihat rating umur. Mereka hanya tahu komika, ada Arie Kriting, berarti ada lucu-lucunya. Disangka ini film anak,” imbuhnya.

Begitu filmnya beredar di bioskop, tidak sedikit komentar protes yang datang ke para pemain, termasuk Babe. Di media sosial, nama Babe kerap disebut oleh orang-orang yang protes karena filmnya mengumbar komedi sensual dewasa.

Menurut Babe, pihak bioskop juga mengabaikan klasifikasi usia LSF dengan membiarkan sembarang penonton masuk.

“Pikir mereka, kalau film komedi ya film anak-anak, padahal komedi juga ada (batas) umurnya. (…) Orangtua protes, mereka pikir film anak-anak, ternyata filmnya kayak gitu (sensualitas),” ujar Babe.

“(Klasifikasi) 17 tahun ke atas, jelas. Berarti, bioskop tidak mau tahu kayak gitu, apalagi sekarang beli tiket bisa online, jadi enggak ada sensornya. Sensor itu jadi kayak formalitas. Kalau sudah masuk televisi, lebih ketat. Terbukti Comic 8 itu ceritanya enggak nyambung karena dipotong buat tv. Beda karena banyak sensornya,” lanjutnya.

Comic 8 digarap sutradara Anggy Umbara dan penulis naskah Fajar Umbara. Selain belasan komedian muda, film ini juga melibatkan Nirina Zubir, Nikita Mirzani, dan Kiki Fatmala yang tampil seksi. Pada 2014, film ini mencapai angka penjualan tiket 1,6 juta lembar.

Dua film berikutnya dalam tajuk serupa, Comic 8: Kasino Kings Part 1 (2015) dan Part 2 (2016), dibuat dengan kategori usia lebih rendah, yaitu 13+.

(ELG)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Taylor Swift Adu Peran dengan Idris Elba di Film Musikal Cats

California: Idris Elba, pemeran gunslinger dalam film The Dark Tower, dikabarkan akan bergabung dengan proyek film adaptasi Cats. Sejumlah bintang besar dari Hollywood telah bergabung sebelumnya, seperti Taylor Swift, Jennifer Hudson, James Corden, dan Ian McKellen.

Seperti dilaporkan Variety, Idris sedang dalam negosiasi akhir untuk bergabung sebagai pemain. Film ini diproduksi untuk Universal Pictures dengan sutradara Tom Hooper, yang sebelumnya mengerjakan The King’s Speech, Les Miserables, dan The Danish Girl. Ketiga film ini meraih Piala Oscar.

Cats diadaptasi dari pertunjukan musikal gubahan Andrew Lloyd Webber yang diangkat dari kumpulan puisi Old Possum’s Book of Practical Cats karya TS Eliot. Musikal ini pertama kali dipentaskan di London pada 1981 dan di New York pada 1982.

Selain menang penghargaan, musikal Cats adalah satu dari 10 proyek pentas yang usianya paling lama baik di West End London maupun Broadway New York. Untuk London, musikal ini dipentaskan selama 21 tahun dan untuk New York, dipentaskan selama 18 tahun.

Pada 1998, pertunjukan musikal ini pernah diadaptasi menjadi film televisi di Inggris dan AS.

Secara umum, drama musikal itu berkisah tentang bangsa kucing yang biasa disebut Jellicles. Pada malam tertentu, mereka berkumpul untuk memutuskan, kucing mana yang akan terangkat ke Heaviside Layer dan kembali ke kehidupan baru.

Bagi Idris, ini menjadi film keduanya untuk peran “kucing”. Sebelumnya, Idris pernah mengisi suara macan Shere Khan dalam film fantasi The Jungle Book (2016).

Film ini nantinya akan disutradarai Tom Hooper. Produksi film Cats dimulai sejak akhir tahun ini di Inggris.

Cats dijadwalkan tayang di bioskop pada Desember 2019.

(ELG)

Tora Sudiro Buat Fanny Fabriana Menahan Tawa Sepanjang Syuting 3 Dara 2

Jakarta: Tak butuh waktu lama bagi Fanny Fabriana ketika ditawari kembali bermain film 3 Dara 2. Seperti di film pertamanya, Fanny Fabriana berperan sebagai Aniek yang merupakan pasangan dari Tora Sudiro.

Meski sudah sering beradu akting dengan Tora Sudiro, Fanny mengaku tetap mendapat kesulitan. Pasalnya, dia tak kuasa menahan tawa sepanjang beradu peran dengan Tora.

“Tantangannya harus tahan ketawa sepanjang syuting. Mas Tora itu lucunya minta ampun. Mukanya serius, tapi orangnya kan kocak banget,” kata Fanny Fabriana dalam keterangan tertulisnya.  

Film 3 Dara 2 merupakan sekuel film 3 Dara yang dirilis pada 2015. Fanny mengaku tertarik dengan cerita lanjutan film yang disutradarai Monty Tiwa itu. Menurut Fanny, film 3 Dara 2 banyak mengajarkan pesan kebaikan meski disampaikan melalui komedi.

“Banyak ya pesannya dan aku memang suka dengan ceritanya. Dikemas dengan santai dan kental unsur komedinya juga,” kata peraih Pemeran Utama Wanita Terpuji di Festival Film Bandung 2010 ini.

Film 3 Dara 2 melanjutkan kisah Jay (Adipati Dolken), Afandi (Tora Sudiro) dan Richard (Tanta Ginting) yang sekarang terpaksa menjadi “Ibu Rumah Tangga”. Alhasil, mereka harus belanja kebutuhan dapur, membersihkan rumah, mencuci pakaian dan menyiapkan sarapan untuk istri-istri mereka, Aniek (Fanny Fabriana), Kasih (Rania Putrisari) dan Grace (Ovi Dian).

Film 3 Dara 2 akan tayang di bioskop pada 25 Oktober 2018.

(ELG)

Garap FIlm Milly & Mamet Bareng Istri, Ernest Prakasa “Pertaruhkan” Rumah Tangga

Jakarta: Ketika menulis naskah Milly & Mamet, Ernest Prakasa dan Meira Anastasia istrinya membayangkan bahwa kolaborasi mereka sebagai sutradara nanti akan tetap berjalan mulus. Setelah produksi berjalan, realitanya ternyata berbeda jauh.

Meira mengaku bahwa dia sering kena marah Ernest, yang mana lebih berpengalaman menjadi sutradara. Ernest juga mengakui bahwa dalam kondisi emosional, Meira hampir kapok menjadi sutradara.

“Untuk jadi dua sutradara di sini, ternyata pernikahan kami diuji ha-ha,” kelakar Meira kepada wartawan di HKC Menteng, Senin, 15 Oktober 2018. “Ini pertama kali (sutradara ganda), beda banget. Ketika menulis naskah, enggak berantem. Pas syuting, nah (berantem).”

“Gue dimarah-marahi terus. Ya sudah deh, kembali lagi saja jadi ‘ibu’. Terus dimarahi lagi, ‘Oh jadi kamu cuma segitu?’,” imbuh Meira.

“Poduksi film memang ketat banget, kesalahan kecil bisa jadi efek domino, makanya gue memang rada galak,” sambung Ernest memberi penjelasan.

Namun bagi Meira dan Ernest, pengalaman ini meningkatkan hubungan mereka ke level lain.

“Kami belajar lagi dalam hubungan, gimana cara untuk bekerja dalam jalan berbeda. Seru, ada nangisnya, berantem, lalu waktu baikan, kami jadi pasangan yang berbeda – naik kelas karena kerjasama dua sutradara ini intens banget,” ungkap Meira.

Ernest juga menyebut bahwa kehadiran Meira, yang lebih sering bekerja sama dengan desainer produksi, memberi perubahan besar kepada warna dan nuansa film.

“Scara visual, pasti kerasa sentuhannya (Meira), dari segi warna dan sebagainya,” ujar Ernest.

Kendati begitu, sejumlah pemain menyatakan tidak merasakan situasi “panas” tersebut. Salah satunya Julie Estelle.

Grecok-grecok mereka enggak kerasa sih. Syutingnya sangat menyenangkan. Waktu selesai, malah sedih,” ujar Julie dalam kesempatan sama.

Milly & Mamet adalah kolaborasi produksi antara Miles Films dan Starvision Plus. Kisahnya mengikuti tokoh Milly dan Mamet dari Ada Apa Dengan Cinta? produksi Miles. Bagi Ernest, ini menjadi film keempat sebagai sutradara, menyusul Ngenest, Cek Toko Sebelah, dan Susah Sinyal.

Milly & Mamet dijadwalkan rilis di bioskop pada Desember 2018.
 

(ASA)

Sutradara Bagikan Bocoran Proses Syuting Avengers 4

California: Proyek sekuel film superhero komik terlaris di dunia sepanjang masa, Avengers 4, telah menuntaskan tahap syuting tambahan. Kabar ini dibagikan oleh duo sutradara Anthony dan Joe Russo di media sosial akhir pekan ini, disertai satu foto misterius.

Lewat Twitter @Russo_Brothers, Anthony dan Joe berkicau “wrapped”, yang berarti proses pengambilan gambar telah selesai dan siap masuk ke dapur pasca-produksi.
 

Kicauan ini (13 Oktober 2018) disertai dengan foto sebuah obyek yang menyala sangat terang berwarna putih dan biru. Para penggemar Marvel di media sosial sigap dengan berbagai teori dugaan, baik yang serius maupun bercanda.

Ada yang menduga obyek ini adalah peti mati, tokoh bernama Vision yang hidup kembali, dan ada pula yang mengibaratkan itu sebagai lampu sirene mobil polisi yang menangkap Thanos.

Avengers 4 belum memiliki judul, yang merupakan kelanjutan langsung dari dari Avengers: Infinity War. Syuting film ini sebenarnya sudah dilakukan dalam satu rangkaian dengan Infinity War atau Avengers 3 pada tahun lalu. Namun ada sejumlah adegan yang harus syuting ulang dan ditambahkan.

Marvel Studios dan Disney juga sangat ketat dalam menjaga agar tidak ada bocoran cerita di luar kontrol. Menurut laporan Deadline dan ComicBook, para pemain tidak mendapat naskah utuh. Ada pemain yang harus syuting adegan dalam beberapa versi seperti Mark Ruffalo. Bahkan Karen Gillan tidak mendapat naskahnya.

Avengers: Infinity War berkisah tentang ambisi Thanos dalam mewujudkan dunia impiannya dengan cara menghilangkan separuh populasi semesta. Film berakhir dengan kekalahan di pihak Avengers, tetapi kisahnya masih akan berlanjut di film Avengers 4 yang akan dirilis di bioskop pada awal Mei 2019.

Ketika dirilis di bioskop puluhan negara mulai April 2018, film ini telah meraup pendapatan kotor USD$2,04 miliar dan menjadi film terlaris keempat di dunia sepanjang masa setelah Avatar, Titanic, dan Star Wars: The Force Awakens.

 
(DEV)

Tora Sudiro Suka Tertawa Sendiri Lihat Aktingnya di 3 Dara 2

Tora Sudiro di 3 Dara 2 (Foto: dok. mncpictures)

Jakarta: Tora Sudiro mengaku suka tertawa melihat tingkah lakunya di film 3 Dara 2. Pasalnya, di film itu Tora melakukan adegan berpenampilan sebagai perempuan.

Dalam trailer terbaru 3 Dara 2, Tora tampak mengenakan pakaian perempuan. Meski bukan pertama kalinya berlagak menjadi perempuan, Tora tetap menganggap aktingnya di 3 Dara 2 sebuah tantangan.

“Kalau pakai baju perempuan untuk keperluan akting sih sudah pernah. Makanya sekarang enggak canggung,” kata Tora Sudiro dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id.

Bagi Tora, seorang aktor profesional harus siap diminta melakukan adegan apa saja selama untuk mendukung cerita film. Apalagi jika hanya berpenampilan seperti perempuan.

“Tapi jangan disangka beneran jadi perempuan, apalagi terlihat lebih gemulai. Yang pasti sebagai aktor kita harus profesional,” ujarnya.  

3 Dara 2 merupakan sekuel dari film pertamanya yang tayang pada 2015. Di 3 Dara 2, Tora Sudiro kembali berakting dengan Tanta Ginting dan Adipati Dolken.

Selain mereka bertiga, film yang disutradarai Monty Tiwa ini juga melibatkan Rianty Cartwright, Cut Mini dan Ovi Dian. Film 3 Dara 2 akan tayang di bioskop pada 25 Oktober 2018.

(ELG)

Film Biopik Band Koes Plus Cari Pemeran Utama

Film Koes Plus (Foto: dok. falconpictures)

Jakarta: Rumah produksi Falcon Pictures mengumumkan segera membuat film biopik band legendaris Indonesia: Koes Plus. Sejauh ini, proses pembuatan baru saja merampungkan naskah.

Kursi sutradara diberikan kepada Rako Prijanto yang sebelumnya sukses membesut Teman Tapi Menikah. Untuk pemeran utama para personel Koes Plus belum ditentukan.

“Proses penulisan skrip sudah selesai dan kami saat ini sedang mencari pemain yang pas untuk memerankan tokoh personel Koes Plus,” kata Produser Falcon Pictures, Frederica dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id.

Koes Plus merupakan band legendaris yang punya perjalanan panjang di dunia musik Indonesia. Karena itu, Frederica menganggap menjadi sebuah keharusan mengangkat kisah hidup band yang berdiri sejak 1960-an itu.

“Sebagai band legendaris nomor satu Indonesia di era tahun 1960 sampai 1980-an. Saya berharap film ini nantinya bisa membangkitkan kembali kenangan pada Koes Plus,” katanya.

Rako dan rumah produksi pun membuka diri terhadap masukan langsung dari masyarakat di media sosial terkait siapa aktor yang cocok memerankan Tonny Koeswoyo, Yok Koeswoyo, Yon Koeswoyo dan Murry. Mereka berharap film ini bisa sukses dan berjalan lancar.

Personel Koes Plus yang saat ini masih tersisa ialah Yok Koeswoyo. Tonny Koeswoyo, Murry dan Yon Koeswoyo sudah terlebih dulu meninggal dunia.

(ELG)

Netflix Rilis Trailer Film Terbaru Joe Taslim dan Iko Uwais

The Night Comes For Us (Foto: dok. Screenplay Infinite Films)

Jakarta: Film laga original pertama Indonesia The Night Comes for Us akhirnya merilis trailer perdana pada 10 Oktober 2018.

Dalam cuplikan tersebut, pemimpin sindikat kejahatan di Jakarta sekaligus mantan Triad, Ito (Joe Taslim) menyelamatkan nyawa seorang gadis kecil. Hal ini dilakukan untuk menebus rasa bersalahnya.

Keputusan itu memantik sejumlah permasalahan Ito. Dia bahkan harus berhadapan dengan Arian (Iko Uwais) kawan lama yang telah bergabung dengan kelompok mafia Makau.

Joe Taslim dan Iko Uwais ditemani beberapa pemain di antaranya Zack Lee, Sunny Pang, Julie Estelle, Dian Sastrowardoyo, Hannah Al Rashid, Shareefa Daanish, Epy Kusnandar, Abimana Aryasatya serta Morgan Oey.

Film ini disutradarai oleh Timo Tjahjanto yang sekaligus berperan sebagai penulis naskah. The Night Comes for Us diproduksi Screenplay Infinite Films, produksi kerjasama Screenplay Films dan Infinite Frameworks.

Film ini sebelumnya telah ditayangkan perdana dalam Fantastic Fest di Austin pada 23 September 2018.

The Night Comes for Us dijadwalkan tayang 19 Oktober 2018.

(ELG)